Manchester City melaju mulus ke final Piala Liga meski tanpa kontribusi gol Erling Haaland, sebuah fakta yang justru memantik perdebatan panas di kalangan pendukung. Kemenangan meyakinkan atas Newcastle United membuat sebagian fans menilai permainan tim Pep Guardiola terlihat lebih fleksibel ketika sang striker Norwegia tidak menjadi pusat serangan.
City vs Arsenal di Partai Puncak
Pada leg kedua semifinal Piala Liga, Kamis (5/2) dini hari WIB, Guardiola memilih mencadangkan Haaland. Keputusan itu tak menghambat dominasi City. Omar Marmoush membuka keunggulan cepat pada menit ketujuh, menggandakannya di menit ke-29, sebelum Tijjani Reijnders memperlebar jarak menjadi 3-0. Newcastle sempat membalas lewat Anthony Elanga di babak kedua, namun City menutup laga 3-1 dan lolos dengan agregat telak 5-1. Final di Wembley pun mempertemukan City dengan Arsenal.
Haaland masuk sebagai pemain pengganti, tetapi kembali gagal mencetak gol. Pacekliknya kini berlanjut: hanya dua gol dari 12 penampilan terakhir di semua kompetisi.
Reaksi Fans: Lebih Cair Tanpa Target Man
Media sosial segera dipenuhi komentar tajam. Sejumlah pendukung menilai pressing dan aliran bola City terasa lebih hidup tanpa kehadiran Haaland sebagai target man murni.
Ada yang menyoroti intensitas pressing yang dinilai meningkat, ada pula yang menganggap struktur antarlini lebih fleksibel. Beberapa komentar bahkan bernada sangat keras, menyimpulkan City tampil lebih efektif ketika peran penyerang diisi pemain dengan mobilitas tinggi seperti Marmoush.
Di sisi lain, sebagian fans mengaku bimbang—menghargai kontribusi Haaland, namun tak menampik kesan permainan tim yang lebih cair pada laga tersebut.
Guardiola Angkat Bicara
Pep Guardiola menanggapi kritik dengan tenang. Ia menegaskan nilai Haaland bagi tim tak bisa dipungkiri dan menyebut jadwal padat serta beban fisik sebagai faktor di balik paceklik gol sang striker.
“Syukurlah kami memiliki Erling,” kata Guardiola. “Tanpa dia, kami tidak akan berada di posisi seperti sekarang. Jadwal sangat padat, pemulihan terbatas, perjalanan berat, dan bek-bek tengah yang tangguh. Itu tidak mudah, tetapi dia akan kembali.”
Marmoush Hampir Hattrick
Di kubu pahlawan laga, Marmoush mengaku puas dengan dua golnya meski sempat berharap mencetak hat-trick. Ia menekankan fokus kolektif dan mentalitas tim sebagai kunci keberhasilan.
“Kami bermain sebagai satu tim sejak menit pertama,” ujarnya. “Dua gol memberi saya kepercayaan diri besar. Semoga kami bisa memenangkan final.”
Agenda Berikutnya City
City baru akan tampil di final Piala Liga pada 22 Maret 2026 melawan Arsenal. Sebelum itu, mereka memburu jarak enam poin dari The Gunners di Liga Inggris. Akhir pekan ini, pasukan Guardiola menghadapi ujian berat bertandang ke Anfield melawan Liverpool.
liputan oleh Goalpedia.me
