Isyarat ketidakpastian datang dari Dominik Szoboszlai dan langsung memantik kecemasan di kalangan pendukung Liverpool. Gelandang asal Hungaria itu secara terbuka mengakui bahwa kelanjutan kariernya di Anfield “bukan berada di tangannya”, di tengah proses negosiasi kontrak yang belum juga menemui titik temu.
Pernyataan tersebut terasa kontras dengan performanya di lapangan. Di usia 25 tahun, Szoboszlai justru sedang berada dalam fase terbaiknya bersama The Reds, tampil konsisten dan menjadi sosok vital di bawah arahan Arne Slot.
Ingin Bertahan, Tapi Tak Bisa Menentukan
Usai kemenangan telak 4-1 atas Newcastle United di Liga Primer, Szoboszlai angkat bicara mengenai masa depannya. Kemenangan itu menjadi momen kebangkitan Liverpool di kompetisi domestik pada 2026, meski posisi mereka masih tertahan di peringkat keenam klasemen, di bawah Manchester United dan Chelsea.
Szoboszlai menegaskan keinginannya untuk bertahan di Liverpool bahkan setelah kontraknya berakhir pada 2028. Namun, ia juga realistis bahwa keputusan akhir sepenuhnya berada di tangan klub dan manajemen.
Musim ini, kapten timnas Hungaria tersebut sudah mencatat delapan gol dan tujuh assist di semua kompetisi. Menariknya, kontribusi itu datang dari berbagai peran—mulai dari gelandang tengah, sisi kanan, hingga sempat diplot sebagai bek kanan dalam kondisi darurat.
Minat Klub Besar Mulai Mengintai
Situasi kontrak yang belum jelas membuat spekulasi bermunculan. Szoboszlai sebelumnya disebut masuk radar Real Madrid, dan jika pembicaraan dengan Liverpool menemui jalan buntu, diyakini banyak klub elite Eropa siap mengantre untuk memboyongnya.
Saat ditanya langsung mengenai perkembangan negosiasi kontrak, Szoboszlai tak menutup-nutupi kondisi sebenarnya. Ia mengakui belum ada kemajuan berarti, sembari menegaskan bahwa ia tetap berharap semua pihak bisa menemukan solusi terbaik.
Ia menegaskan kecintaannya pada kota Liverpool, klub, rekan setim, Anfield, hingga para suporter. Namun, pada akhirnya, ia sadar bahwa masa depan profesionalnya bukan sesuatu yang bisa ia tentukan sendiri.
Peran Darurat di Bek Kanan
Selain soal kontrak, Szoboszlai juga menanggapi perannya sebagai bek kanan dadakan menyusul cedera Conor Bradley dan Jeremie Frimpong. Ia menegaskan posisi tersebut bukanlah rencana jangka panjang dalam kariernya.
Baginya, identitas utama tetap sebagai gelandang. Namun, ia siap mengisi posisi apa pun jika dibutuhkan tim. Dengan pulihnya beberapa pemain seperti Wataru Endo dan Curtis Jones, opsi Liverpool kini semakin beragam.
Mental Juara dan Ambisi Besar
Szoboszlai juga menegaskan mentalitasnya sebagai pemain yang tak pernah puas. Ia selalu menargetkan peningkatan, baik dari sisi gol, assist, maupun koleksi trofi. Ambisi itulah yang menjadi fondasi perjalanannya sejauh ini dan yang ingin terus ia bawa ke level berikutnya.
Pilar Utama Arne Slot
Di bawah Arne Slot, Szoboszlai menjelma menjadi pemain kunci. Dari 33 penampilan di semua kompetisi musim ini, ia nyaris tak tergantikan, hanya dua kali ditarik keluar. Perannya sejajar dengan nama-nama besar seperti Virgil van Dijk dan Alisson.
Slot sendiri pernah melontarkan pujian tinggi, bahkan menyebut perbandingan dengan Steven Gerrard sebagai salah satu sanjungan terbesar yang bisa diterima Szoboszlai. Sang pelatih menyoroti etos kerja tanpa bola sebagai kualitas istimewa yang membuatnya begitu penting bagi tim.
Liverpool kini berharap negosiasi kontrak bisa segera menemukan terobosan. Namun untuk sementara, fokus utama The Reds akan tertuju pada laga besar kontra Manchester City di Anfield, pertandingan yang bisa kembali menegaskan peran sentral Szoboszlai di jantung permainan.
liputan oleh Goalpedia.me
