Spalletti: Juventus Dikalahkan Mentalitas Sendiri Usai Tumbang dari Como

Spalletti: Juventus Dikalahkan Mentalitas Sendiri Usai Tumbang dari Como

Krisis Juventus kian nyata setelah kekalahan 2-0 dari Como di kandang sendiri memperpanjang tren negatif mereka di Serie A. Luciano Spalletti tidak menutup-nutupi akar persoalan timnya. Menurut sang pelatih, problem terbesar Bianconeri saat ini bukan semata taktik, melainkan mentalitas dan hilangnya rasa percaya diri.

Dalam lima pertandingan terakhir liga, Juventus hanya mampu meraih satu hasil imbang. Tekanan pun semakin besar, baik dari klasemen maupun dari suporter yang mulai kehilangan kesabaran.

Gol Awal Ubah Arah Pertandingan

Spalletti menilai gol cepat Como menjadi titik balik yang merusak rencana permainan timnya. Kebobolan di awal laga membuat Juventus kehilangan kontrol dan kesulitan mengembangkan skema yang telah disiapkan.

Ia mengungkapkan bahwa insiden kecil di lapangan kerap menjadi pembeda. Statistik pun memperlihatkan masalah berulang: ini adalah kali ke-13 musim ini Juventus kebobolan dari tembakan tepat sasaran pertama lawan di Serie A. Bagi Spalletti, angka tersebut mencerminkan rapuhnya fondasi mental tim.

Menurutnya, ada periode ketika Juventus tampil penuh energi dan keyakinan. Namun saat rasa percaya diri itu memudar, kesalahan-kesalahan kecil menjadi beban besar yang sulit dipulihkan secara psikologis.

Bukan Salah Satu Pemain Saja

Sorotan sempat mengarah pada kiper Michele Di Gregorio yang gagal mengantisipasi tembakan di tiang dekat. Meski demikian, Spalletti menolak menyalahkan individu tertentu.

Ia menegaskan bahwa tanggung jawab harus dipikul bersama. Kesalahan bermula dari rangkaian keputusan yang kurang presisi, termasuk umpan ceroboh di fase awal serangan lawan. Ketika rasa otoritas hilang, para pemain mulai mengambil keputusan yang tidak biasanya mereka lakukan.

Cedera dan Jadwal Berat Menambah Tekanan

Situasi semakin sulit karena badai cedera dan skorsing. Pierre Kalulu absen akibat larangan bermain, sementara sejumlah nama seperti Gleison Bremer, Emil Holm, Dusan Vlahovic, dan Arek Milik masih menepi. Jonathan David belum sepenuhnya fit, dan Manuel Locatelli dipastikan absen pada laga berikutnya melawan AS Roma.

Di tengah keterbatasan skuad, Juventus juga menghadapi misi berat di Liga Champions setelah tertinggal agregat 5-2 dari Galatasaray pada fase play-off. Tekanan datang dari segala arah dan menuntut respons cepat dari ruang ganti.

Como Bangkit Bersama Fabregas

Di sisi lain, kemenangan ini menjadi suntikan moral besar bagi Como asuhan Cesc Fabregas. Tim tamu tampil terorganisir dan efektif. Gol pembuka lahir lewat kerja sama Anastasios Douvikas dan Mergim Vojvoda, sebelum Maxence Caqueret memastikan kemenangan melalui serangan balik cepat.

Hasil tersebut membawa Como hanya terpaut satu poin dari Juventus di papan klasemen, sekaligus membuka peluang mengejar tiket kompetisi Eropa.

Menutup pernyataannya, Spalletti memberikan refleksi tajam. Ia menyebut musuh terbesar Juventus saat ini adalah diri mereka sendiri. Jika tim mampu memperbaiki aspek psikologis dan teknis, peluang bangkit masih terbuka. Namun jika tidak, ambisi besar hanya akan menjadi wacana tanpa makna.

liputan oleh Goalpedia.me

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *