Manchester City belum kehabisan rasa lapar akan trofi. Menjelang final Piala Liga melawan Arsenal, Omar Marmoush menyuarakan tekad keras skuad Pep Guardiola, menegaskan bahwa setiap gelar tetap bernilai besar bagi The Cityzens—terutama bagi pemain yang belum pernah merasakan manisnya angkat piala di Etihad Stadium.
City Melaju Tanpa Ampun di Semifinal
Langkah City ke Wembley dipastikan dengan cara meyakinkan. Mengantongi keunggulan 2-0 dari leg pertama, mereka kembali menundukkan Newcastle di kandang sendiri dan menutup semifinal dengan agregat telak 5-1. Dua gol cepat Marmoush dalam setengah jam pertama langsung mematikan perlawanan The Magpies, sebelum Tijjani Reijnders melengkapi pesta.
Guardiola, yang sudah mengoleksi enam gelar Liga Primer, dua Piala FA, satu Liga Champions, serta rentetan Piala Liga pada periode 2018–2021, kembali membawa timnya ke panggung final. Namun atmosfer internal City menunjukkan bahwa rasa puas belum pernah menjadi pilihan.
Haus Gelar, Marmoush Ingin Medali Pertama
Final Piala Liga pada 22 Maret nanti akan mempertemukan City dengan Arsenal, pemuncak klasemen Liga Primer yang juga memburu musim penuh gelar. Bagi Marmoush, laga itu punya makna personal. Datang ke Manchester pada Januari 2025, penyerang Mesir tersebut belum mengangkat trofi bersama City.
“Kami klub besar dan kami di sini untuk memenangkan trofi,” ujar Marmoush. “Setiap medali itu penting. Kami bekerja keras setiap hari untuk momen seperti ini. Mencapai final saja belum cukup—kami ingin memenangkannya.”
Pernyataan itu mencerminkan mentalitas ruang ganti City, di mana pemain lama maupun rekrutan baru disatukan oleh target yang sama: terus menambah koleksi piala.
Newcastle Jadi Panggung Favorit Marmoush
Produktivitas Marmoush melawan Newcastle bukan kebetulan. Dari total 12 golnya bersama City, lima tercipta saat menghadapi The Magpies di Etihad—termasuk hat-trick musim lalu. Adaptasinya di Inggris berjalan cepat, dan final di Wembley bisa menjadi panggung sempurna untuk menandai namanya sebagai bagian dari era juara City.
“Perasaan mencapai final selalu spesial,” katanya. “Kami ingin berada di setiap final yang mungkin dan memberikan segalanya.”
Rotasi Guardiola dan Harapan Tambahan Kekuatan
Guardiola tetap melakukan rotasi di Piala Liga, mencadangkan sejumlah nama besar demi menjaga kebugaran. Meski demikian, City tetap melaju mulus. Fokus kini beralih pada kesiapan skuad jelang Wembley, termasuk kemungkinan Marc Guehi tampil setelah bergabung dari Crystal Palace pada Januari.
Guardiola optimistis masalah administrasi bisa diatasi. “Kenapa dia tidak bisa bermain? Kami akan mencoba,” ujarnya singkat.
Sebelum sorotan sepenuhnya tertuju ke final, City masih harus melewati jadwal padat di Liga Primer, Piala FA, dan Liga Champions. Tantangan terdekat menanti di Anfield menghadapi Liverpool—ujian berikutnya sebelum duel penentuan melawan Arsenal.
liputan oleh Goalpedia.me
