Fakta baru mencuat dari balik pemecatan Ruben Amorim di Manchester United. Pelatih asal Portugal itu ternyata sudah berada di ambang pengunduran diri, hanya beberapa hari sebelum klub resmi mengakhiri masa jabatannya. Ironisnya, keputusan United untuk memecat—bukan menerima resign—justru membuat klub merugi ratusan miliar rupiah akibat kewajiban kompensasi.
Amorim Nyaris Mengundurkan Diri
Tak lama setelah Manchester United mengumumkan pemecatan Amorim, laporan menyebutkan bahwa situasi internal klub sudah memanas sebelumnya. Amorim dikabarkan terlibat perdebatan keras dengan direktur sepakbola Jason Wilcox menjelang laga Liga Inggris kontra Leeds United di Elland Road.
Menurut sumber internal yang dikutip The Sun, Amorim bahkan telah menyampaikan kepada orang-orang terdekatnya niat untuk mengundurkan diri dari jabatannya. Namun keputusan itu urung dilakukan setelah ia berkonsultasi dengan sang agen, Raul Costa. Amorim diyakinkan bahwa klub harus mengambil sikap tegas: sepenuhnya mendukungnya atau secara resmi memecatnya.
Sindiran Terbuka Soal Dukungan Manajemen
Situasi semakin rumit setelah Amorim secara terbuka menyinggung minimnya dukungan dari jajaran petinggi klub usai hasil imbang 1-1 melawan Leeds. Dalam pernyataannya, Amorim menegaskan statusnya sebagai manajer penuh Manchester United, bukan sekadar pelatih, sembari menolak wacana mundur secara sukarela.
Namun pernyataan tersebut justru mempercepat akhir masa baktinya. Kurang dari 24 jam kemudian, Amorim diberi tahu bahwa klub memilih berpisah. Wilcox dan CEO Omar Berrada disebut merasa posisi mereka terdesak dan tak memiliki opsi lain selain bertindak.
Kompensasi Mahal yang Harus Dibayar MU
Keputusan memecat Amorim membawa konsekuensi finansial besar. Manchester United diwajibkan membayar kompensasi sebesar £12 juta atau sekitar Rp271 miliar. Angka ini menambah panjang daftar kerugian finansial klub akibat pergantian manajer sejak era Sir Alex Ferguson berakhir pada 2013, yang kini totalnya telah melampaui £100 juta.
Padahal, jika Amorim benar-benar mengundurkan diri, United bisa menghindari pembayaran kompensasi tersebut. Situasi ini kembali menegaskan buruknya manajemen transisi di Old Trafford.
Reaksi Staf dan Langkah Selanjutnya
Asisten Amorim, Carlos Fernandes, menjadi perwakilan pertama staf kepelatihan yang buka suara. Lewat media sosial, ia menyampaikan rasa terima kasih kepada klub, para pemain, staf, dan suporter, serta menyebut pengalamannya di United sebagai bab penting dalam perjalanan kariernya.
Sementara itu, United sempat menunjuk Darren Fletcher sebagai pelatih sementara, namun hasilnya tidak memuaskan. Klub kemudian menetapkan Michael Carrick sebagai pelatih interim hingga akhir musim.
Tantangan Besar Menanti Carrick
Carrick langsung dihadapkan pada ujian berat. Debutnya akan berlangsung di derbi Manchester melawan Manchester City di Old Trafford, sebelum menghadapi Arsenal di Emirates Stadium. United berharap mantan gelandang andalan mereka itu mampu menstabilkan situasi tim sembari manajemen mencari manajer permanen untuk musim depan.
Kisah Amorim pun menjadi satu lagi episode mahal dalam era pasca-Ferguson—bukan hanya dari sisi prestasi, tetapi juga keuangan klub.
liputan oleh Goalpedia.me
