Terpinggirkan di Era Flick, Ter Stegen Pertimbangkan Hengkang dari Barcelona Demi Selamatkan Karier

Judul: Terpinggirkan di Era Flick, Ter Stegen Pertimbangkan Hengkang dari Barcelona Demi Selamatkan Karier

Situasi Marc-Andre ter Stegen di Barcelona memasuki fase krusial. Kiper asal Jerman itu kini berada di persimpangan karier setelah posisinya semakin terpinggirkan di bawah arahan pelatih anyar Blaugrana, Hansi Flick. Dengan statusnya yang tak lagi menjadi pilihan utama, Ter Stegen mulai membuka peluang untuk angkat kaki dari Camp Nou pada bursa transfer bulan ini.

Setelah hampir satu dekade menjadi figur penting di bawah mistar Barcelona, masa depan Ter Stegen kini terlihat suram. Ia kalah bersaing dari Joan Garcia yang diproyeksikan sebagai kiper utama, serta Wojciech Szczesny yang secara mengejutkan kembali dari masa pensiun untuk memperkuat skuad. Kondisi ini membuat Ter Stegen praktis tersisih dari rencana jangka pendek klub.

Babak Akhir di Camp Nou

Didatangkan pada 2014, Ter Stegen telah mencatatkan 291 penampilan di La Liga dan menjadi bagian penting dari keberhasilan Barcelona menjuarai Liga Champions pada musim debutnya. Namun, seiring berjalannya waktu, performanya dinilai menurun akibat inkonsistensi, beberapa kesalahan krusial, serta masalah cedera yang mengganggu ritme permainannya.

Di bawah kepemimpinan Flick, arah klub tampak jelas: regenerasi di posisi penjaga gawang. Keputusan tersebut membuat masa depan Ter Stegen semakin tidak menentu, meski statusnya sebagai kapten dan senior di ruang ganti masih diakui.

Girona Jadi Opsi Kebangkitan

Dengan kariernya yang terancam stagnan, Ter Stegen mulai mempertimbangkan pindah demi menghidupkan kembali peluangnya di tim nasional Jerman. Media Spanyol, SPORT, melaporkan bahwa Girona menjadi salah satu destinasi yang menarik minat sang kiper. Enam bulan bermain reguler di Estadi Montilivi diyakini bisa menjadi jalan bagi Ter Stegen untuk kembali masuk radar Julian Nagelsmann jelang Piala Dunia.

Namun, keinginan tersebut tidak serta-merta mudah terwujud. Ter Stegen tidak berniat memaksakan kepergian atau menurunkan tuntutan gajinya. Sikap ini menjadi kendala besar bagi Girona, yang dinilai kesulitan memenuhi besaran gaji sang pemain.

Barcelona sendiri berharap ada skema pembagian gaji, dengan Girona menanggung sekitar seperempat dari bayaran mingguan Ter Stegen. Hingga kini, kesepakatan belum tercapai karena angka tersebut masih dianggap terlalu tinggi bagi klub asal Catalonia itu.

Masih Dihargai, Meski Tak Utama

Ter Stegen sempat kembali merumput pada Desember lalu saat Barcelona menang 2-0 atas Guadalajara di ajang Copa del Rey. Ia tampil solid dan mencatatkan clean sheet, yang kemudian mendapat pujian langsung dari Flick.

“Marc adalah kapten dan telah memainkan banyak pertandingan selama 12 tahun di sini. Kami ingin memberinya kesempatan. Ini langkah yang baik baginya,” ujar Flick usai laga tersebut.

Di sisi lain, Girona memang tengah berburu penjaga gawang baru setelah kepergian Dominik Livakovic. Pelatih mereka, Michel, tak menutupi ketertarikannya pada Ter Stegen dan mengakui kualitas sang kiper.

Misi Kembali ke Timnas

Jika kepindahan dari Barcelona benar-benar terwujud, tekanan besar akan langsung mengiringi Ter Stegen. Ia harus tampil konsisten dan reguler untuk menyingkirkan nama-nama seperti Oliver Baumann, Alexander Nübel, atau Noah Atubolu dalam persaingan menuju skuad utama Jerman.

Bagi Ter Stegen, keputusan meninggalkan Barcelona bukan sekadar soal klub, melainkan tentang menyelamatkan karier dan menjaga asa tampil di Piala Dunia.

Liputan oleh Goalpedia.me