Tekanan Memuncak! Masa Depan Thomas Frank di Tottenham Dipertanyakan Usai Ditahan Burnley

Tekanan Memuncak! Masa Depan Thomas Frank di Tottenham Dipertanyakan Usai Ditahan Burnley

Sorotan tajam kembali mengarah ke kursi pelatih Tottenham Hotspur. Thomas Frank menjadi sasaran kekecewaan publik setelah Spurs gagal mengamankan kemenangan dan hanya bermain imbang 2-2 melawan Burnley pada lanjutan Liga Primer. Hasil tersebut memicu nyanyian bernada sinis dari para pendukung yang menyerukan pemecatannya di akhir laga.

Spurs Terus Tersendat di Liga Primer
Tottenham tampil kurang meyakinkan saat bertandang ke Turf Moor menghadapi Burnley yang masih terpuruk di papan bawah. Keunggulan sempat diraih lewat gol Micky van de Ven di menit ke-38, namun kealpaan lini belakang membuat Axel Tuanzebe menyamakan skor jelang jeda.

Situasi kian memburuk ketika Lyle Foster membawa tuan rumah berbalik unggul di babak kedua. Spurs terhindar dari kekalahan berkat sundulan Cristian Romero pada masa injury time, tetapi satu poin itu tetap terasa pahit mengingat kondisi lawan.

Hasil imbang ini memperpanjang catatan negatif Tottenham yang kini tak pernah menang dalam lima laga Liga Primer terakhir. Kemenangan terakhir mereka tercatat pada akhir Desember, dan setelah itu performa domestik terus merosot.

Kemarahan Fans Kian Terbuka
Tekanan terhadap Frank semakin nyata. Sebelumnya, kekalahan dari West Ham sempat memunculkan isu pemecatan, meski kemenangan penting atas Borussia Dortmund di Liga Champions sempat meredakan situasi. Namun di Burnley, sebagian suporter tandang terang-terangan menyuarakan ketidakpuasan mereka.

Meski demikian, Frank tetap membela timnya. Ia menilai performa Spurs, khususnya di babak pertama, sudah cukup baik dan menegaskan bahwa staf pelatih terus bekerja keras memperbaiki kelemahan tim, terutama dalam bertahan pada momen-momen krusial.

Jadwal Berat Menanti, Posisi Frank Terancam
Dengan persentase kemenangan sekitar 35 persen sejak menangani Spurs, posisi Frank berada di bawah ancaman serius. Tantangan besar menanti, mulai dari laga Liga Champions kontra Eintracht Frankfurt hingga rangkaian pertandingan domestik melawan Manchester City, Manchester United, dan Newcastle United dalam waktu singkat.

Situasi akan semakin panas saat Tottenham menghadapi Arsenal, Fulham, dan Crystal Palace. Jika tren negatif berlanjut, keputusan besar dari manajemen tampaknya tak terelakkan.

Liga Champions Jadi Satu-satunya Harapan
Ironisnya, di tengah keterpurukan di Liga Primer, Tottenham justru tampil solid di Liga Champions. Kemenangan atas Dortmund menempatkan mereka di posisi lima besar fase liga, dan hasil positif di Frankfurt bisa mengamankan tiket langsung ke babak gugur.

Bagi Thomas Frank, kompetisi Eropa kini bukan sekadar target prestasi, melainkan juga peluang terakhir untuk mempertahankan jabatannya di London Utara.

liputan oleh Goalpedia.me

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *