Plot Twist di Old Trafford, Michael Carrick Kini Terdepan Jadi Pelatih Interim Manchester United

Plot Twist di Old Trafford, Michael Carrick Kini Terdepan Jadi Pelatih Interim Manchester United

Peta persaingan calon pelatih anyar Manchester United kembali berubah drastis. Sosok yang semula digadang-gadang paling kuat, Ole Gunnar Solskjaer, kini justru tersisih. Sebagai gantinya, nama Michael Carrick mencuat sebagai kandidat terdepan untuk mengisi kursi manajer interim Setan Merah pasca pemecatan Ruben Amorim.

Dalam beberapa hari terakhir, proses internal klub bergerak cepat. Manchester United disebut berharap dapat mengumumkan keputusan resmi pada awal pekan, dengan Carrick kini berada di posisi paling kuat dibanding kandidat lainnya.

Carrick Ungguli Solskjaer

Menurut laporan Daily Mail, baik Carrick maupun Solskjaer telah menjalani pertemuan langsung dengan CEO Manchester United, Omar Berrada, serta direktur sepakbola Jason Wilcox. Dari dua kandidat tersebut, Carrick disebut tampil lebih meyakinkan dan meninggalkan kesan positif yang kuat di mata petinggi klub.

Solskjaer, yang pernah menukangi United pada periode 2018–2021, sebelumnya dipandang sebagai pilihan aman dan sentimental. Namun, seiring evaluasi berjalan, Carrick justru dinilai lebih cocok untuk menstabilkan tim yang tengah terpuruk dan mengembalikan fokus di sisa musim.

Pengalaman dan Rekam Jejak Carrick

Michael Carrick bukan nama asing di Old Trafford. Ia merupakan bagian penting dari era kejayaan Manchester United, dengan koleksi lima gelar Liga Inggris sebelum gantung sepatu pada 2018. Karier kepelatihannya di United sempat dimulai sebagai asisten, sebelum dipercaya menjadi pelatih karteker usai Solskjaer dipecat pada 2021.

Dalam periode singkat tersebut, Carrick mencatatkan dua kemenangan dan satu hasil imbang, termasuk kemenangan atas Arsenal dan Villarreal, serta hasil seri melawan Chelsea—sebuah catatan yang hingga kini masih dikenang positif.

Pada 2022, Carrick menerima tantangan besar dengan menangani Middlesbrough yang terpuruk di Championship. Ia sukses membawa klub tersebut lolos ke babak play-off promosi pada musim pertamanya dan melaju hingga semifinal Piala Liga pada musim berikutnya. Meski akhirnya berpisah dengan Boro musim panas lalu, pengalamannya dianggap relevan untuk situasi darurat di Manchester United.

Musim Gelap Setan Merah

Kondisi Manchester United saat ini jauh dari kata ideal. Kekalahan 1-2 dari Brighton di Old Trafford pada putaran ketiga Piala FA menjadi pukulan telak terbaru. Hasil tersebut memastikan Liga Inggris menjadi satu-satunya kompetisi yang tersisa bagi United musim ini, sekaligus mempersempit peluang mereka tampil di Eropa musim depan.

Darren Fletcher, yang sementara memimpin tim pasca pemecatan Amorim, mengakui situasi yang dihadapi sangat berat. Ia menegaskan fokusnya hanya tertuju pada persiapan tim, sembari menunggu keputusan resmi klub terkait penunjukan manajer baru.

Statistik Memalukan dan Tekanan Besar

Rentetan hasil buruk membuat Manchester United mencatatkan statistik yang mencoreng sejarah klub. Musim ini, mereka hanya akan menjalani maksimal 40 pertandingan di semua kompetisi—jumlah terendah dalam 111 tahun terakhir, sejak musim 1914/15.

Sebagai perbandingan, musim lalu United memainkan 60 laga berkat kiprah mereka di Liga Europa dan kompetisi domestik. Perbedaan kontras ini menegaskan betapa dalamnya kemerosotan yang sedang dialami klub.

Derby Jadi Ujian Pertama

Jika Carrick benar-benar ditunjuk sebagai pelatih interim, tantangan langsung menantinya. Manchester United dijadwalkan menghadapi Manchester City dalam laga derbi akhir pekan ini. Laga tersebut berpotensi menjadi ujian awal yang brutal bagi siapa pun yang dipercaya memimpin Setan Merah keluar dari krisis.

Di tengah tekanan, ekspektasi, dan situasi darurat, Manchester United kini berharap sentuhan Carrick mampu membawa stabilitas—setidaknya hingga musim yang penuh kekacauan ini berakhir.

Liputan oleh Goalpedia.me