Spekulasi seputar kursi manajer Chelsea kembali menghangat, dengan nama Liam Rosenior mencuat sebagai kandidat kuat pengganti Enzo Maresca. Namun pelatih Strasbourg itu menegaskan belum ada pembicaraan konkret, menyusul hasil imbang 1-1 timnya melawan Nice di lanjutan Ligue 1.
Rosenior menjadi sorotan setelah Maresca secara mengejutkan meninggalkan Stamford Bridge di awal tahun. Performa Chelsea yang tak stabil serta hubungan yang memburuk dengan pemilik klub disebut menjadi latar belakang kepergian mantan pelatih Leicester City tersebut. Untuk sementara, Chelsea menunjuk pelatih tim U-21 Calum McFarlane sebagai caretaker saat menghadapi Manchester City, sembari manajemen mencari pengganti permanen.
Nama Rosenior dianggap masuk akal bagi Chelsea. Usianya yang masih 41 tahun, pendekatan taktik modern, serta progres Strasbourg di bawah kepemimpinannya membuatnya dinilai cocok dengan proyek jangka menengah klub London tersebut. Meski demikian, Rosenior memilih bersikap hati-hati saat ditanya langsung mengenai peluang kembali ke Inggris.
Dalam keterangannya kepada media, Rosenior menegaskan fokusnya masih sepenuhnya tertuju pada Strasbourg. Ia mengaku belum mengetahui apa yang akan terjadi ke depan dan menekankan tidak adanya diskusi resmi dengan pihak mana pun. Rosenior juga menyoroti kedekatannya dengan tim dan kecintaannya terhadap klub serta kota Strasbourg, yang menurutnya memiliki lingkungan dan atmosfer kerja yang sangat positif.
Di Inggris, pandangan mengenai kemungkinan Rosenior ke Chelsea pun beragam. Alan Shearer menilai rekam jejak Rosenior patut diapresiasi, terutama setelah keputusannya menimba pengalaman di luar negeri. Namun ia juga mengingatkan bahwa kursi manajer Chelsea adalah tantangan besar yang menuntut kesiapan mental dan taktik tingkat tinggi, mengingat tekanan besar dan ekspektasi instan di klub tersebut.
Shearer menambahkan bahwa meski Chelsea kemungkinan tidak mengejar manajer papan atas yang sudah mapan, target klub tetap jelas: finis empat besar dan kembali ke Liga Champions. Dalam konteks itu, Rosenior dinilai sebagai opsi menarik, tetapi juga berisiko jika belum sepenuhnya siap menghadapi dinamika klub sebesar Chelsea.
Sementara itu, Chelsea bersiap menjalani periode sibuk pada Januari dan awal 2026. Selain laga berat kontra Manchester City, The Blues masih harus melakoni jadwal padat di Piala FA, Piala Liga, Liga Primer, dan Liga Champions. Siapa pun yang akhirnya ditunjuk sebagai manajer baru akan langsung dihadapkan pada tekanan besar sejak hari pertama.
Liputan oleh Goalpedia.me
