Kebijakan berbeda kembali diambil Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2026. Pelatih anyar Garuda, John Herdman, memastikan Indonesia tidak akan menurunkan skuad utama dalam turnamen dua tahunan Asia Tenggara tersebut. Keputusan ini diambil dengan pertimbangan jangka panjang, serupa dengan pendekatan yang pernah ia terapkan saat menangani tim nasional Kanada.
Pilih Pemain Lapis Ketiga
Herdman mengungkapkan bahwa Piala AFF 2026 akan dimanfaatkan sebagai ajang uji kedalaman skuad. Ia berencana membawa pemain di luar tier utama, bahkan di luar lapis kedua, karena sulitnya memanggil pemain inti pada periode Juli–Agustus.
Waktu penyelenggaraan turnamen yang berada di luar kalender FIFA menjadi faktor utama. Banyak pemain Indonesia yang berkarier di Eropa akan berada dalam masa pramusim atau awal kompetisi bersama klub masing-masing, sehingga mustahil untuk dikumpulkan.
Bukan Kebijakan Baru bagi Indonesia
Langkah ini sejatinya bukan hal baru bagi Timnas Indonesia. Pada edisi sebelumnya, Indonesia juga tidak menurunkan kekuatan terbaiknya. Saat itu, skuad U-23 di bawah arahan Shin Tae-yong diturunkan karena pemain senior difokuskan untuk agenda kualifikasi Piala Dunia 2026 dan kepentingan klub.
Keputusan tersebut berujung hasil kurang maksimal. Indonesia hanya finis di peringkat ketiga Grup B, di bawah Vietnam dan Filipina, sehingga gagal melaju ke babak semi-final.
Kesempatan Menggali Talenta Baru
Meski demikian, Herdman melihat Piala AFF sebagai peluang strategis. Ia menilai turnamen ini ideal untuk mengukur kedalaman talenta Indonesia sekaligus memberi panggung bagi pemain yang jarang mendapat kesempatan di agenda FIFA Matchday.
Menurutnya, membangun tim nasional modern tidak hanya bergantung pada 11 atau 23 pemain terbaik, melainkan pada luasnya kolam pemain yang siap bersaing di level internasional.
Belajar dari Pengalaman Bersama Kanada
Pelatih berusia 50 tahun itu mencontohkan pengalamannya bersama Kanada di Piala Emas CONCACAF 2021. Saat itu, Kanada tampil tanpa pemain bintang seperti Alphonso Davies dan Jonathan David, namun tetap mampu melangkah hingga babak semi-final.
Pendekatan tersebut, menurut Herdman, memberikan banyak pelajaran sekaligus membuka mata terhadap potensi pemain lokal yang sebelumnya berada di luar radar utama.
Dengan filosofi yang sama, Herdman optimistis Indonesia tetap bisa bersaing di Piala AFF 2026, sembari memperluas fondasi tim nasional untuk masa depan.
Liputan oleh Goalpedia.me
