Real Madrid kembali mengamankan aset masa depan mereka. Klub raksasa Spanyol itu secara resmi mengikat Enzo Alves dengan kontrak profesional pertamanya, sebuah langkah strategis untuk menjaga salah satu talenta paling subur di akademi La Fabrica tetap bernaung di Santiago Bernabeu.
Los Blancos Kunci Talenta Emas Akademi
Penandatanganan kontrak ini dilakukan pada Senin (26/1) dan menjadi momen penting bagi Enzo Alves yang baru berusia 16 tahun. Putra legenda klub Marcelo tersebut telah lama masuk radar prioritas manajemen Madrid, menyusul performa luar biasa yang ia tunjukkan di level usia muda.
Dalam kontrak perdananya, Real Madrid menyertakan klausul rilis bernilai tinggi sebagai bentuk perlindungan dari godaan klub-klub elite Eropa. Langkah ini menegaskan keseriusan Los Blancos dalam membangun masa depan tim dari jalur akademi.
Enzo sendiri merayakan momen spesial ini lewat media sosial dengan pesan singkat penuh kebanggaan: “Senang menandatangani kontrak profesional pertama saya! Hala Madrid!”
Mesin Gol La Fabrica
Berbeda dengan Marcelo yang dikenal sebagai bek kiri ofensif, Enzo Alves tumbuh sebagai penyerang murni. Ia dikenal agresif, tajam di kotak penalti, dan memiliki insting gol alami. Catatannya nyaris menyentuh angka 200 gol di level akademi—sebuah statistik mencolok yang jarang ditemui di usia semuda itu.
Perkembangannya begitu pesat hingga kerap “meloncat” kelompok usia. Musim lalu, saat masih 15 tahun, Enzo sudah mencicipi level Juvenil A (U-19) dan langsung mencetak gol dalam laga derby kontra Atletico Madrid. Musim ini, ia kembali naik level dengan menjalani debut bersama Real Madrid Castilla di bawah arahan Alvaro Arbeloa, termasuk tampil di ajang internasional melawan Manchester City.
Diakui Timnas Spanyol
Performa impresif Enzo juga mendapat pengakuan di level internasional. Federasi Sepakbola Spanyol (RFEF) mempromosikannya ke timnas U-17 meski usianya lebih muda dari mayoritas rekan setim. Ia bahkan dipercaya mengenakan ban kapten dan langsung mencatat kontribusi gol serta assist, menegaskan statusnya sebagai pemain istimewa.
Keputusan RFEF memainkannya di atas kelompok usia menjadi sinyal kuat bahwa Enzo dinilai bukan sekadar “anak legenda”, melainkan prospek elite yang layak dikembangkan secara khusus.
Marcelo, Sosok di Balik Layar
Di balik perjalanan Enzo, Marcelo tetap hadir sebagai figur pendukung utama. Legenda Brasil itu tampak mendampingi sang putra saat penandatanganan kontrak dan kerap hadir di laga-laga penting Enzo, termasuk terbang ke Manchester untuk menyaksikan debutnya bersama Castilla.
Alih-alih terbebani oleh nama besar sang ayah, Enzo justru terlihat nyaman membawa ekspektasi tersebut. Real Madrid kini berharap kisah sukses Marcelo dapat berlanjut—kali ini lewat generasi berikutnya.
liputan oleh Goalpedia.me
