Keputusan tegas dijatuhkan kepada gelandang muda Manchester United, Jack Fletcher, setelah terbukti melanggar aturan terkait penggunaan bahasa diskriminatif dalam laga tim U-21. Sanksi ini menyusul insiden pada pertandingan EFL Trophy di Barnsley, Oktober lalu, yang berujung kartu merah bagi sang pemain.
Dalam pernyataannya, Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) menyebut Fletcher melanggar Aturan E3.1 karena bertindak tidak pantas dan menggunakan kata-kata yang bersifat menghina. Pelanggaran tersebut dinilai berat lantaran memuat referensi terhadap orientasi seksual, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Pemain yang juga putra dari Darren Fletcher itu mengakui dakwaan dan memilih proses sidang tertulis. Ia dijatuhi larangan bermain enam pertandingan, denda sebesar £1.500, serta kewajiban mengikuti program edukasi. Dua laga sudah dijalani akibat kartu merah, sementara empat pertandingan tambahan harus ia absen di kompetisi non-tim utama.
Insiden terjadi dalam suasana panas pertandingan. Fletcher disebut kehilangan kendali setelah menerima provokasi verbal dari lawan. Meski begitu, otoritas sepak bola tetap menegaskan bahwa penggunaan istilah tersebut tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun. Fletcher pun menerima keputusan tersebut tanpa banding.
Dalam pernyataan resmi klub, Fletcher menyampaikan penyesalan mendalam dan menegaskan bahwa ucapannya tidak mencerminkan nilai pribadi maupun keyakinannya. Ia juga menegaskan telah meminta maaf segera setelah pertandingan berakhir.
Manchester United turut memberikan respons dengan menegaskan komitmen terhadap kesetaraan dan inklusi. Klub menyatakan telah melakukan proses internal untuk memperkuat pemahaman pemain mengenai dampak bahasa diskriminatif. Selain mengikuti program akademi rutin tentang keberagaman, Fletcher juga diwajibkan mengikuti pelatihan tambahan melalui FA.
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya menjaga etika dan profesionalisme, terutama bagi pemain muda yang tengah membangun karier di level tertinggi sepak bola Inggris.
liputan oleh Goalpedia.me
