Enzo Maresca Absen Jumpa Pers, Chelsea Kembali Tersandung Usai Ditahan Bournemouth

Enzo Maresca Absen Jumpa Pers, Chelsea Kembali Tersandung Usai Ditahan Bournemouth

Chelsea kembali gagal mengamankan tiga poin setelah hanya bermain imbang 2-2 melawan Bournemouth dalam lanjutan Liga Inggris di Stamford Bridge. Di balik hasil mengecewakan tersebut, perhatian juga tertuju pada absennya Enzo Maresca dari ruang konferensi pers usai pertandingan, memunculkan tanda tanya di kalangan media dan pendukung.

Laga berjalan dalam tempo tinggi sejak awal dan berlangsung tidak terkendali. Bournemouth tampil berani dan langsung unggul cepat melalui gol David Brooks pada menit keenam. Chelsea merespons lewat eksekusi penalti Cole Palmer, sebelum Enzo Fernandez membawa tuan rumah berbalik memimpin. Namun keunggulan itu tak bertahan lama, karena Justin Kluivert kembali menyamakan skor bagi tim tamu di menit ke-27.

Antoine Semenyo menjadi figur menonjol di kubu Bournemouth dengan perannya dalam dua gol yang tercipta. Penyerang yang tengah dikaitkan dengan kepindahan besar itu kembali menunjukkan pengaruhnya, membuat lini belakang Chelsea kerepotan sepanjang laga.

Hasil imbang ini memperpanjang periode sulit The Blues. Dari tujuh pertandingan terakhir di Liga Inggris, Chelsea hanya mampu meraih satu kemenangan. Posisi mereka di klasemen pun semakin tertinggal, dengan selisih 15 poin dari Arsenal yang memimpin puncak.

Usai pertandingan, Maresca yang semula dijadwalkan berbicara kepada media tidak muncul. Peran tersebut diambil alih oleh asisten pelatih Willy Caballero, yang menjelaskan bahwa sang pelatih kepala tengah mengalami masalah kesehatan.

Menurut Caballero, Maresca sudah merasa tidak enak badan dalam dua hari terakhir dan sempat mengalami demam ringan. Meski tetap memimpin persiapan tim, kondisinya belum cukup pulih untuk menghadapi media setelah laga, sehingga ia meminta Caballero menggantikannya.

Dalam penilaiannya terhadap pertandingan, Caballero mengakui Chelsea bermain cukup baik dalam fase menyerang, namun kembali gagal menjaga konsistensi. Ia menyoroti babak pertama yang berjalan kacau, dengan timnya mampu membalikkan keadaan tetapi kembali kebobolan dalam waktu singkat.

Ia juga menyesalkan kegagalan tim mengunci kemenangan meski menciptakan banyak peluang. Menurutnya, Chelsea kerap menembus kotak penalti lawan dan mengirimkan umpan silang, namun kurang tajam dalam penyelesaian akhir. Dua gol kebobolan, termasuk dari situasi bola mati, disebutnya sebagai aspek yang paling mengecewakan.

Masalah Chelsea bertambah dengan absennya Moises Caicedo pada laga berikutnya. Gelandang asal Ekuador itu menerima kartu kuning kelima musim ini pada menit keempat, keputusan yang diprotes keras oleh kubu Chelsea karena dinilai terlalu ringan untuk diganjar kartu. Akibatnya, Caicedo dipastikan absen saat Chelsea menghadapi Manchester City.

Kini Chelsea bersiap menutup periode Desember yang suram dengan tantangan besar di awal tahun baru. Manchester City akan menjadi lawan pertama mereka di 2026, dengan skuad Pep Guardiola datang membawa performa impresif dan status favorit. Bagi Chelsea, laga tersebut akan menjadi ujian berat sekaligus kesempatan untuk menghentikan tren negatif.

Liputan oleh Goalpedia.me