Sorotan tajam datang dari ruang ganti Manchester United ketika Diogo Dalot melontarkan pernyataan berani mengenai Anthony Martial. Bek asal Portugal itu menyebut mantan rekan setimnya memiliki kemampuan untuk menjadi pemain terbaik dunia, asalkan mampu menjaga konsistensi dan fokusnya di setiap kesempatan.
Pengakuan Mengejutkan Dalot
Pernyataan tersebut muncul saat Dalot diminta menyusun tim 5-a-side versinya dalam program Rio Ferdinand Presents. Tanpa ragu, ia menempatkan Martial di lini depan bersama Cristiano Ronaldo. Pilihan itu membuat Rio Ferdinand terkejut, mengingat karier Martial di Old Trafford kerap dinilai tidak sepenuhnya memenuhi ekspektasi.
Didatangkan dari AS Monaco pada era Louis van Gaal sebagai remaja termahal dunia, Martial sempat mencuri perhatian lewat gol debutnya ke gawang Liverpool. Namun, dalam sembilan tahun berseragam United, ia hanya sekali mencatatkan lebih dari 20 gol dalam satu musim.
“Jika dia mau, dia bisa menjadi pemain terbaik di dunia. Sangat mudah baginya,” ujar Dalot. Ia menilai kemampuan teknis Martial berada pada level yang sangat tinggi, meskipun terkadang terlihat kurang terlibat dalam permainan.
Talenta Besar yang Butuh Konsistensi
Dalot menjelaskan bahwa penilaiannya tidak hanya berdasarkan performa di pertandingan resmi, tetapi juga apa yang ia lihat setiap hari di sesi latihan. Menurutnya, Martial sering menunjukkan kualitas luar biasa yang membuat rekan setimnya kesulitan menghentikannya.
“Saya sering bermain melawannya di latihan dan itu sangat sulit. Jika dia punya konsistensi lebih, dia akan sangat luar biasa,” kata Dalot. Ia mengakui bahwa fokus dan stabilitas performa menjadi faktor utama yang membedakan Martial dari pemain elite dunia lainnya.
Ferdinand sendiri mengaku tidak menyangka nama Martial dipilih. Namun, ia kemudian mengingat pernyataan serupa dari Michael Carrick, yang pernah menyebut Martial memiliki potensi untuk memenangkan Ballon d’Or ketika pertama kali tiba di klub.
Perjalanan Karier Setelah Tinggalkan United
Setelah masa pinjaman yang kurang berhasil di Sevilla, Martial resmi meninggalkan Manchester United pada 2024. Ia sempat berkarier di Yunani bersama AEK Athens sebelum melanjutkan petualangannya ke Meksiko bersama Monterrey.
Meski perjalanan kariernya berliku, pengakuan Dalot menegaskan bahwa di balik kritik publik, Martial tetap dipandang sebagai pemain dengan kemampuan kelas dunia oleh mereka yang pernah bekerja dan berlatih bersamanya.
Fokus United ke Laga Berikutnya
Sementara itu, Manchester United kini memusatkan perhatian pada upaya menjaga momentum di kompetisi domestik. Konsistensi performa menjadi target utama demi mempertahankan peluang finis di zona empat besar Liga Primer. Ujian berikutnya akan datang saat menghadapi Everton dalam lanjutan pertandingan liga.
liputan oleh Goalpedia.me
