Chelsea memasuki fase baru jelang laga berat kontra Manchester City setelah resmi menunjuk Calum McFarlane sebagai pelatih sementara tim utama. Keputusan ini diambil menyusul kepergian Enzo Maresca, dengan manajemen The Blues memilih solusi internal sembari melanjutkan proses pencarian manajer permanen.
Mengacu pada laporan jurnalis Ben Jacobs, McFarlane akan duduk di bangku cadangan saat Chelsea bertandang ke Etihad Stadium, Senin (5/1) dini hari WIB. Saat ini ia masih menjabat sebagai manajer tim U-21, namun mendapat kepercayaan penuh untuk memimpin skuad senior dalam salah satu laga tersulit musim ini. McFarlane juga dijadwalkan menghadapi media pada Jumat (2/1) waktu setempat.
McFarlane bukan sosok asing di lingkungan Chelsea. Ia bergabung pada musim panas lalu setelah sebelumnya bekerja di Southampton, dan memiliki pengalaman di Manchester City pada tahap awal karier kepelatihannya. Di level usia muda, ia mencatatkan progres positif, membawa Chelsea U-21 berada di posisi keempat Liga Primer Inggris 2 serta finis sebagai pemuncak fase liga UEFA Youth League.
Dalam sejumlah kesempatan, McFarlane menyebut dirinya sudah merasa menyatu dengan budaya klub. Ia mengaku nyaman dengan lingkungan kerja, staf, dan pemain, serta menikmati tantangan yang datang bersama ritme kompetisi yang padat. Kini, prinsip tersebut akan diuji langsung di panggung sepakbola senior.
Filosofi kepelatihan McFarlane menekankan komitmen, rasa lapar, dan ambisi harian. Ia dikenal memberi perhatian besar pada aspek fisik, taktik, dan mental pemain, dengan dukungan tim ilmu olahraga, analisis data, serta psikologi olahraga. Baginya, tekanan bukanlah beban, melainkan privilese yang harus diterima sebagai bagian dari proses berkembang di level tertinggi.
Pendekatan itu diharapkan mampu memberi energi baru bagi skuad Chelsea yang tengah mencari stabilitas. Menghadapi Manchester City di laga debutnya, McFarlane ditantang memutus rekor buruk The Blues, yang sudah 11 pertandingan beruntun gagal mengalahkan tim asuhan Pep Guardiola. Kemenangan terakhir Chelsea atas City terjadi pada final Liga Champions 2020/21, sementara pertemuan-pertemuan terbaru justru didominasi City dengan skor meyakinkan.
Bagi Chelsea, laga di Etihad bukan sekadar pertandingan liga, tetapi juga ujian karakter di tengah transisi. Bagi McFarlane, ini menjadi kesempatan langka menunjukkan kapasitasnya di level tertinggi, sekaligus mengukir catatan penting dalam perjalanan karier kepelatihannya.
Liputan oleh Goalpedia.me
