Masa depan Diego Simeone di Atletico Madrid kini tak lagi sepenuhnya aman. Laporan dari Spanyol mengindikasikan manajemen Los Colchoneros mulai membuka opsi besar: mengakhiri kebersamaan dengan sosok yang telah membentuk identitas klub selama lebih dari satu dekade.
Evaluasi Serius di Internal Atletico
Menurut Sport, posisi Simeone tengah dievaluasi menyusul kombinasi hasil di lapangan dan dinamika internal klub. Meski masih terikat kontrak hingga 2027, hubungan kerja antara pelatih asal Argentina itu dengan direktur olahraga anyar Atletico, Mateu Alemany, disebut tidak berjalan mulus. Perbedaan visi—terutama dalam strategi transfer—menjadi salah satu sumber ketegangan.
Dari sisi performa, Atletico berada di peringkat ketiga La Liga dan tertinggal 10 poin dari Barcelona di puncak klasemen. Di Eropa, kekalahan dari Bodo/Glimt pada fase liga Liga Champions memaksa mereka harus melewati jalur play-off untuk sekadar mengamankan tiket ke fase gugur. Rangkaian hasil tersebut membuat tekanan terhadap Simeone meningkat.
Faktor Finansial dan Skenario Suksesi
Aspek finansial juga masuk perhitungan. Simeone merupakan salah satu pelatih dengan gaji tertinggi di dunia—sekitar €13 juta per musim—yang menempatkannya di jajaran elite bersama nama-nama seperti Pep Guardiola dan Mikel Arteta. Dalam situasi klub yang ingin merapikan struktur jangka panjang, angka tersebut dinilai signifikan.
Mateu Alemany dikabarkan mulai memetakan calon pengganti jika keputusan besar diambil. Nama Andoni Iraola muncul sebagai salah satu kandidat potensial, berkat kiprahnya bersama Bournemouth. Namun, pelatih asal Spanyol itu diyakini masih ingin melanjutkan kariernya di Inggris, kecuali ada tawaran yang benar-benar konkret dari Madrid.
Warisan Simeone yang Sulit Ditandingi
Apa pun keputusan yang diambil, peran Simeone dalam sejarah Atletico tak terbantahkan. Sejak datang pada Desember 2011, ia mengubah klub menjadi kekuatan utama Spanyol dan Eropa. Dua gelar La Liga diraih dengan mematahkan dominasi Real Madrid dan Barcelona, disertai dua trofi Liga Europa, satu Copa del Rey, Piala Super Spanyol, dua Piala Super UEFA, serta dua final Liga Champions.
Secara individu, Simeone empat kali dinobatkan sebagai Pelatih Terbaik La Liga—sebuah pengakuan atas konsistensi dan dampak jangka panjangnya.
Di tengah spekulasi ini, Simeone sendiri pernah membuka pintu untuk tantangan lain di masa depan, khususnya Inter Milan, klub yang pernah ia bela sebagai pemain. Ia memuji kekuatan dan mentalitas Inter di Eropa, sembari menyiratkan ketertarikan yang mungkin suatu hari terwujud.
Apa Selanjutnya untuk Atletico dan Simeone
Atletico akan kembali beraksi di La Liga akhir pekan ini menghadapi Real Betis, hanya beberapa hari setelah membantai lawan yang sama 5-0 di perempat-final Copa del Rey. Hasil-hasil dalam periode krusial ini bisa menjadi penentu: apakah era Simeone masih berlanjut, atau Metropolitano bersiap menyambut babak baru tanpa figur yang telah lama menjadi simbol klub.
liputan oleh Goalpedia.me
