Arteta Tegas Tolak Label “Bottle Jobs” Usai Arsenal Ditahan Wolves

Arteta Tegas Tolak Label “Bottle Jobs” Usai Arsenal Ditahan Wolves

Sorotan tajam mengarah ke Arsenal setelah hasil imbang 2-2 melawan Wolves memicu perdebatan soal mentalitas tim dalam perburuan gelar Premier League. Namun, Mikel Arteta langsung menepis anggapan bahwa skuadnya berisiko dicap sebagai tim yang mudah kehilangan keunggulan di momen krusial.

Peluang Menjauh Terlewat

Arsenal sejatinya berada di posisi ideal untuk memperlebar jarak di puncak klasemen. Gol dari Bukayo Saka dan Piero Hincapie sempat memberi kendali penuh bagi tim London Utara. Akan tetapi, situasi berubah ketika Hugo Bueno memperkecil ketertinggalan sebelum bola pantul dari upaya Tom Edozie—yang mengenai Riccardo Calafiori—berujung gol akibat miskomunikasi antara David Raya dan Gabriel Magalhaes.

Hasil tersebut membuat Arsenal tetap memimpin, namun hanya unggul lima poin dari Manchester City dengan satu laga lebih banyak. Cara mereka kehilangan dua poin itulah yang memicu kritik sebagian suporter.

Arteta: Itu Bukan Kosakata Saya

Istilah “bottle jobs” mulai ramai disematkan kepada Arsenal, mengacu pada anggapan kurangnya kekuatan mental saat menghadapi tekanan. Dalam konferensi pers jelang derby London Utara melawan Tottenham Hotspur, Arteta dengan tegas menolak label tersebut.

“Itu bukan bagian dari kosakata saya dan saya tidak melihatnya seperti itu,” ujar pelatih asal Spanyol tersebut. “Saya tidak berpikir ada yang ingin melakukan itu dengan sengaja. Saya tidak akan menggunakan kata itu.”

Menurutnya, setiap opini patut dihormati, tetapi fokus utama tim harus tetap pada pertandingan berikutnya. Ia menegaskan bahwa kehilangan dua poin harus diterima dengan lapang dada dan dijadikan pelajaran untuk bangkit.

Tanggung Jawab di Pundak Pelatih

Tekanan dalam perebutan gelar semakin terasa, terutama karena Arsenal belum mengangkat trofi liga sejak musim 2003-04. Meski demikian, Arteta memilih pendekatan tenang dan penuh tanggung jawab.

“Saya mencintai mereka, terlepas dari bagaimana hasilnya,” katanya, merujuk pada para pemainnya. “Jika ada yang bertanggung jawab ketika kami tidak mencapai standar, itu saya.”

Arteta menekankan pentingnya keseimbangan antara tuntutan tinggi dan dukungan penuh kepada pemain. Baginya, standar tinggi hanya bisa dicapai jika dibarengi kepercayaan dan perlindungan dari staf pelatih.

Derby Penentu di Depan Mata

Arsenal kini bersiap menghadapi laga krusial melawan Tottenham Hotspur. Hasil pertandingan tersebut berpotensi memengaruhi jarak poin dengan Manchester City, yang juga terus menekan di papan atas.

Rekor menunjukkan Arsenal belum kalah dalam derby London Utara sejak 2022, sebuah catatan positif yang bisa menjadi modal psikologis penting. Setelah itu, mereka dijadwalkan menghadapi Chelsea, Brighton, serta Mansfield Town di ajang Piala FA.

Perburuan gelar masih panjang, dan Arteta menegaskan bahwa timnya akan terus menulis nasib mereka sendiri hingga akhir musim.

liputan oleh Goalpedia.me

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *