Luca Toni Kritik Peran Striker Modern: Terlalu Banyak Berlari, Jarang Masuk Kotak Penalti

Luca Toni Kritik Peran Striker Modern: Terlalu Banyak Berlari, Jarang Masuk Kotak Penalti

Legenda sepak bola Italia, Luca Toni, melontarkan kritik tajam terhadap cara bermain penyerang modern yang menurutnya telah menjauh dari tugas utama seorang striker, yaitu mencetak gol.

Mantan penyerang yang pernah membela ACF Fiorentina, US Palermo, dan FC Bayern Munich itu menyampaikan pandangannya dalam podcast milik AuraSport bersama mantan striker Italia lainnya, Giampaolo Pazzini.

Dalam diskusi tersebut, Toni menilai rendahnya jumlah gol yang dicetak para penyerang saat ini berkaitan dengan perubahan peran taktis yang membuat striker lebih sering bergerak ke berbagai area lapangan daripada berada di kotak penalti.

Menurut Toni, banyak penyerang sekarang justru sibuk berlari ke berbagai sisi lapangan tanpa benar-benar menempatkan diri di posisi yang tepat untuk mencetak gol.

Ia mempertanyakan bagaimana seorang striker bisa mencetak gol jika mereka jarang berada di area penalti, yang seharusnya menjadi wilayah utama bagi seorang penyerang untuk mencari peluang.

Pandangan Toni kemudian didukung oleh data yang disampaikan Pazzini terkait performa para striker di Serie A musim 2025/2026.

Pazzini menyebut bahwa hingga 28 pertandingan berjalan, hanya satu pemain yang berhasil mencetak gol dua digit, yaitu Lautaro Martinez.

Ia menilai situasi tersebut cukup mengkhawatirkan, terutama karena dengan adanya Video Assistant Referee (VAR), seorang penyerang sebenarnya memiliki peluang tambahan melalui tendangan penalti yang bisa membantu meningkatkan jumlah gol.

Namun kenyataannya, banyak striker masih kesulitan mencapai angka dua digit dalam satu musim liga.

Toni kembali menegaskan bahwa akar masalahnya tetap sama, yakni posisi striker yang terlalu sering keluar dari kotak penalti. Menurutnya, tidak masuk akal jika seorang penyerang tengah justru lebih sering berada di sisi lapangan untuk melakukan umpan silang.

Ia bahkan mengatakan bahwa jika dirinya masih bermain sebagai striker saat ini, ia tidak akan mengikuti instruksi taktis yang memaksanya meninggalkan area penalti terlalu jauh.

Toni berpendapat bahwa seorang penyerang seharusnya berani berdiskusi dengan pelatih jika merasa perannya tidak efektif untuk mencetak gol.

Menurutnya, akan lebih logis jika striker tetap berada di dalam kotak penalti untuk memaksimalkan peluang mencetak gol dibandingkan harus bergerak ke sayap hanya untuk memberikan umpan silang kepada pemain lain.

Komentar Toni ini sekaligus menjadi kritik terhadap tren taktik sepak bola modern yang dinilai telah mengubah peran tradisional penyerang tengah di banyak tim, khususnya di kompetisi Serie A.

liputan oleh Goalpedia.me

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *