Wacana perubahan di kursi pelatih Manchester United kembali mencuat. Meski Michael Carrick berhasil meredam gejolak sebagai manajer interim, manajemen Setan Merah tetap dikaitkan dengan opsi jangka panjang berprofil besar. Salah satu nama yang kembali menyeruak adalah Zinedine Zidane, eks pelatih Real Madrid yang hingga kini masih berstatus tanpa klub.
Situasi ini mengemuka di tengah ketidakpastian masa depan Carrick, yang dinilai tampil solid namun belum tentu dipertahankan secara permanen jika klub memilih arah berbeda pada akhir musim.
United Masih Cari Sosok Jangka Panjang
Musim 2025/26 menjadi fase krusial lain bagi Manchester United. Setelah periode yang tidak stabil di bawah Ruben Amorim, dewan klub berupaya menemukan figur yang mampu memberi fondasi kuat dan konsistensi jangka panjang. Carrick memang mencatat start meyakinkan dengan tiga kemenangan beruntun, memulihkan rasa percaya diri tim serta sebagian dukungan publik.
Namun, di balik stabilitas jangka pendek itu, nama-nama besar tetap menjadi bahan diskusi internal. Zidane termasuk kandidat yang terus dikaitkan, meski pelatih asal Prancis tersebut sudah lama menolak berbagai tawaran sejak meninggalkan Real Madrid pada 2021.
Daya Tarik Liga Primer dan Nama Besar Zidane
Zidane dikenal selektif dalam menentukan langkah berikutnya. Banyak pihak meyakini ia menunggu kesempatan melatih tim nasional Prancis, tetapi dengan situasi Les Bleus yang masih stabil, peluang itu belum terbuka. Di sinilah Liga Primer, dengan sorotan global dan tantangan uniknya, dinilai bisa menjadi godaan tersendiri.
Mantan bek United, Wes Brown, secara terbuka menyatakan dukungannya jika klub memutuskan menunjuk Zidane. Menurutnya, United membutuhkan sosok dengan wibawa besar untuk memimpin ruang ganti yang sudah lama berganti pelatih tanpa hasil maksimal.
Brown menilai Zidane memiliki aura dan kredibilitas yang secara instan bisa menuntut respek pemain, sekaligus memberi sinyal ambisi besar kepada para pendukung.
Pengalaman Liga Inggris Jadi Pertimbangan
Meski demikian, Brown juga mengingatkan adanya risiko besar jika menunjuk pelatih yang belum pernah bekerja di Liga Primer. Ia menyoroti pengalaman sebelumnya, di mana beberapa manajer dari luar Inggris kesulitan beradaptasi dengan intensitas kompetisi dan dinamika internal klub.
Menurutnya, kegagalan masa lalu harus menjadi pelajaran penting. Jika United memilih manajer baru, struktur, wewenang, dan ekspektasi harus jelas sejak hari pertama agar tidak kembali terjebak konflik internal yang merugikan.
Carrick Tak Mau Sekadar Singgah
Di sisi lain, performa Carrick membuat keputusan klub semakin rumit. Mantan gelandang United itu mendapat respons positif dari fans, yang melihatnya sebagai figur yang memahami DNA klub. Brown mengakui Carrick telah melakukan cukup banyak hal untuk membuktikan dirinya layak dipertimbangkan lebih dari sekadar solusi sementara.
Dengan hasil yang mulai membaik dan suasana tim yang lebih kondusif, Carrick kini berada di posisi menekan manajemen: mempertahankannya sebagai pelatih utama, atau mengambil risiko besar dengan menunjuk nama kelas dunia seperti Zidane.
Keputusan akhir Manchester United diyakini akan menjadi salah satu momen penentu arah klub dalam beberapa tahun ke depan.
liputan oleh Goalpedia.me
