Menjelang laga penting Liga Champions kontra Benfica, pelatih Real Madrid Alvaro Arbeloa melontarkan pengakuan menarik soal Jude Bellingham. Alih-alih memacu sang gelandang Inggris untuk terus tampil agresif, Arbeloa justru sempat memintanya “berhenti berlari” saat latihan. Pernyataan ini bukan kritik, melainkan bentuk kekaguman atas etos kerja dan stamina luar biasa Bellingham yang dinilai terlalu berlebihan untuk ukuran pemain seusianya.
Arbeloa Mulai Tata Ulang Energi Skuad Madrid
Sejak resmi menggantikan Xabi Alonso di kursi pelatih, Arbeloa langsung menerapkan pendekatan berbeda. Ia menaruh perhatian besar pada manajemen fisik pemain, terutama figur kunci seperti Bellingham yang menjadi pusat permainan Los Blancos.
Menurut Arbeloa, Bellingham adalah contoh sempurna pemain modern: komplet secara teknik, kuat secara mental, dan punya jiwa kepemimpinan alami. Namun, intensitas tinggi yang terus ia tunjukkan di setiap sesi latihan membuat sang pelatih merasa perlu turun tangan.
“Komitmennya luar biasa, tapi tidak semua hal harus dilakukan dengan kecepatan penuh setiap waktu,” kurang lebih menjadi pesan yang ingin disampaikan Arbeloa kepada anak asuhnya itu.
Sosok Pemimpin di Usia Muda
Dalam keterangannya kepada media, Arbeloa menegaskan bahwa Bellingham bukan sekadar gelandang berbakat. Ia melihat pemain berusia muda itu sebagai pemimpin alami di ruang ganti Real Madrid.
Arbeloa mengungkapkan bahwa hanya 48 jam setelah sebuah pertandingan, ia secara langsung meminta Bellingham untuk sedikit menurunkan tempo. Permintaan tersebut didasari kebanggaan, bukan kekhawatiran. Sang pelatih menilai kecerdasan membaca permainan, kemampuan menembus ruang, hingga kualitas tembakan jarak jauh Bellingham sudah berada di level elite.
Dengan pengalaman yang terus bertambah, Arbeloa yakin Bellingham akan menjadi fondasi utama Real Madrid dalam jangka panjang, asalkan energinya dikelola dengan bijak.
Madrid Bangkit, Fokus Beralih ke Eropa
Setelah sempat goyah di periode akhir kepemimpinan Alonso, Real Madrid perlahan kembali menemukan kestabilan. Meski awal era Arbeloa sempat ternodai kegagalan di Copa del Rey, performa di liga domestik menunjukkan tren positif. Los Blancos kini hanya terpaut tipis dari Barcelona di papan atas La Liga.
Arbeloa menekankan bahwa proses masih berjalan. Baginya, konsistensi latihan dan fokus pada laga terdekat adalah kunci, tanpa perlu terlalu larut pada tekanan hasil.
Benfica Jadi Ujian Berikutnya
Laga melawan Benfica di Liga Champions menjadi tes penting bagi Real Madrid. Hasil imbang sudah cukup untuk memastikan langkah ke fase berikutnya, namun Arbeloa menolak pendekatan aman. Ia menilai Benfica sebagai lawan berbahaya, terlebih dengan kehadiran Jose Mourinho di sisi seberang yang dikenal piawai dalam laga hidup-mati.
Dengan kondisi tim yang mulai stabil dan peran sentral Bellingham yang terus berkembang, Real Madrid diharapkan mampu menjaga momentum. Namun, seperti pesan Arbeloa kepada sang gelandang, kunci keberhasilan bukan hanya soal berlari lebih kencang, melainkan tahu kapan harus mengatur napas.
liputan oleh Goalpedia.me
