Ter Stegen Rela Potong Gaji Demi Menit Bermain, Girona Jadi Pelabuhan Baru dari Barcelona

Ter Stegen Rela Potong Gaji Demi Menit Bermain, Girona Jadi Pelabuhan Baru dari Barcelona

Masa depan Marc-Andre ter Stegen bersama Barcelona akhirnya menemui titik terang setelah berminggu-minggu dihiasi rumor dan spekulasi. Penjaga gawang asal Jerman itu dikabarkan segera meninggalkan Camp Nou pada bursa transfer Januari dengan status pinjaman menuju Girona hingga akhir musim.

Keputusan ini diambil bukan tanpa pengorbanan besar. Ter Stegen disebut rela menerima pemotongan gaji yang signifikan demi memastikan kepindahannya terwujud. Langkah drastis tersebut dilakukan demi satu tujuan utama: mendapatkan waktu bermain reguler yang selama ini sulit ia peroleh di Barcelona.

Kesepakatan Tiga Pihak Sudah di Tahap Akhir

Menurut laporan Cadena SER, Barcelona, Girona, dan Ter Stegen telah mencapai kesepakatan prinsip. Tinggal beberapa detail administratif yang harus dirampungkan sebelum transfer ini resmi diumumkan. Jika tidak ada hambatan, kiper berusia 33 tahun itu akan membela Girona hingga Juni mendatang.

Masalah utama dalam negosiasi ini sejak awal adalah faktor finansial. Girona tak memiliki kemampuan untuk menanggung gaji besar Ter Stegen seperti di Barcelona. Namun kebuntuan tersebut akhirnya terpecahkan ketika sang pemain bersedia “mengikhlaskan” sebagian besar penghasilannya. Dalam struktur kesepakatan ini, Girona hanya akan menanggung sekitar €1 juta gaji, angka maksimal yang bisa mereka keluarkan.

Solusi ini menguntungkan semua pihak. Barcelona bisa mengurangi beban gaji, Girona mendapatkan kiper berpengalaman kelas dunia, sementara Ter Stegen memperoleh kesempatan bermain yang ia butuhkan.

Piala Dunia Jadi Alasan Utama

Motivasi terbesar di balik keputusan Ter Stegen adalah ambisi internasional. Dengan Piala Dunia 2026 semakin dekat, ia menyadari bahwa terlalu lama berada di bangku cadangan bisa mengancam posisinya di tim nasional Jerman. Tanpa menit bermain reguler, peluang tampil di turnamen besar tersebut akan semakin menipis.

Di usia 33 tahun, ajang Piala Dunia mendatang kemungkinan menjadi kesempatan terakhir baginya untuk bersinar di panggung global. Kepindahan ke Girona dipandang sebagai langkah strategis untuk membuktikan bahwa ia masih layak bersaing di level tertinggi, sekaligus meyakinkan pelatih timnas Jerman, Julian Nagelsmann.

Tergusur di Barcelona, Era Ter Stegen Mendekati Akhir

Kepergian ini juga menandai fase akhir perjalanan panjang Ter Stegen bersama Barcelona. Meski berstatus kapten, perannya di tim utama kian menurun musim ini. Munculnya Joan Garcia sebagai pilihan utama di bawah arahan Hansi Flick menjadi titik balik penting.

Sepanjang musim, Ter Stegen hanya sekali tampil, itu pun di ajang Copa del Rey. Dalam laga-laga krusial seperti Piala Super Spanyol dan kompetisi Eropa, Flick konsisten mempercayakan posisi penjaga gawang kepada Garcia. Sinyal bahwa Ter Stegen tak lagi masuk rencana utama pun semakin jelas.

Situasi ini diperparah oleh isu di luar lapangan, termasuk ketegangan internal dan masalah administratif terkait proses pendaftaran pemain. Kombinasi faktor teknis dan non-teknis membuat perpisahan menjadi solusi paling realistis bagi kedua belah pihak.

Girona Dapat Suntikan Pengalaman di Bawah Mistar

Bagi Girona, kedatangan Ter Stegen merupakan keuntungan besar. Klub tengah menghadapi situasi kurang ideal di posisi penjaga gawang, seiring menurunnya performa Paulo Gazzaniga. Kehadiran kiper berpengalaman seperti Ter Stegen diharapkan mampu meningkatkan persaingan dan stabilitas lini belakang.

Dana €1 juta yang dialokasikan untuk gaji Ter Stegen sejatinya sudah disiapkan untuk rencana lain sebelumnya. Dengan mengalihkan anggaran tersebut, Girona mendapatkan pemain bermental juara yang masih memiliki ambisi besar. Jika transfer ini rampung, publik Montilivi berpotensi menyaksikan salah satu rekrutan paling menarik di bursa transfer Januari.

liputan oleh Goalpedia.me