Retak Hubungan di Old Trafford, Bruno Fernandes Kian Dekat dengan Pintu Keluar

Retak Hubungan di Old Trafford, Bruno Fernandes Kian Dekat dengan Pintu Keluar

Arah masa depan Bruno Fernandes di Manchester United kembali menjadi sorotan tajam. Di tengah kekacauan yang tak kunjung reda di Old Trafford, muncul keyakinan kuat dari internal skuad bahwa sang kapten suatu hari akan memilih pergi. Nama Fernandes disebut-sebut berpotensi mengakhiri pengabdiannya bersama Setan Merah setelah Piala Dunia 2026.

Sejumlah pemain Manchester United dikabarkan mulai melihat tanda-tanda kelelahan mental pada diri gelandang asal Portugal tersebut. Mereka menilai Fernandes sudah terlalu lama menanggung beban klub, baik di dalam maupun di luar lapangan, di tengah situasi yang terus berubah dan minim kepastian.

Sinyal Kepergian Mulai Terlihat

Menurut laporan The Sun, keyakinan bahwa Fernandes akan hengkang bukanlah sekadar spekulasi. Rekan-rekannya percaya sang kapten mulai “muak” dengan kondisi klub yang terus dilanda masalah, mulai dari pergantian manajer, arah manajemen yang tidak jelas, hingga keputusan-keputusan besar yang kerap menyisakan tanda tanya.

Ikon Situs

Didatangkan dari Sporting CP pada Januari 2020, Fernandes menjelma menjadi figur sentral Manchester United. Kontribusinya nyaris tak tergantikan, baik dari sisi kreativitas maupun kepemimpinan. Namun, dengan kontrak yang berlaku hingga Juni 2027, musim panas mendatang bisa menjadi momen krusial jika klub ingin mendapatkan nilai maksimal dari potensi penjualannya.

Situasi semakin rumit setelah Ruben Amorim—sosok yang sebelumnya diyakini sebagai alasan utama Fernandes bertahan—tidak lagi berada di kursi pelatih. Kepergian Amorim disebut membuat kepercayaan Fernandes terhadap proyek klub kembali goyah.

Rekan Setim Tak Akan Menyalahkan

Menariknya, kemungkinan hengkangnya Fernandes tidak memicu penolakan dari ruang ganti. Justru sebaliknya, rekan-rekannya disebut memahami jika keputusan itu benar-benar diambil.

“Bruno selalu memberikan segalanya. Dia pemain terbaik kami sejak datang,” ujar seorang sumber internal. “Tapi banyak yang merasa dia kecewa dengan arah klub, terutama sejak perubahan kepemilikan dan kepergian manajer yang dia percaya.”

Sumber yang sama menegaskan bahwa Fernandes bukan tipe pemain yang tergoda pindah ke liga tertentu hanya demi gaji besar. Namun, dengan totalitas yang terus ia tunjukkan sejak hari pertama, keinginannya mencari lingkungan yang lebih stabil dinilai masuk akal.

Luka Lama yang Belum Sembuh

Isu kepergian Fernandes juga tak lepas dari rasa sakit hatinya musim panas lalu, ketika Manchester United disebut siap melepasnya. Dalam wawancara dengan media Portugal, ia secara terbuka mengakui kekecewaannya terhadap sikap klub.

Baginya, sinyal bahwa klub tak keberatan jika ia pergi terasa menyakitkan. Fernandes menegaskan dirinya selalu tersedia, selalu bermain, dan selalu memberikan segalanya, namun tetap merasa nilai loyalitas tak lagi dihargai seperti dulu. Ia bahkan mengungkap bahwa dirinya hampir hengkang setahun lalu, dengan peluang meraih lebih banyak trofi di tempat lain, sebelum akhirnya memilih bertahan demi keluarga dan kecintaannya pada klub.

2026 Jadi Titik Penentuan

Dengan klausul rilis sekitar £57 juta yang akan aktif untuk klub luar Inggris, masa depan Fernandes diperkirakan akan mencapai puncak ketidakpastian pada 2026. Meski sang pemain bersikeras fokus penuh hingga Piala Dunia usai, keyakinan di internal klub menyebut keputusan besar itu sebenarnya sudah tertanam.

Kini, Fernandes baru saja kembali dari cedera hamstring dan tetap menjadi jantung permainan Manchester United. Catatan 103 gol dan 94 assist selama berseragam Setan Merah menegaskan betapa besarnya peran yang ia mainkan. Jika perpisahan itu benar-benar terjadi, Manchester United bukan hanya kehilangan kapten, tetapi juga simbol konsistensi di era penuh gejolak.

Liputan oleh Goalpedia.me.