Isu yang menghubungkan Xavi Hernandez dengan kursi manajer Manchester United kembali mencuat. Legenda Barcelona itu disebut terbuka untuk kembali melatih dan menjadikan Liga Inggris sebagai tujuan berikutnya. Namun, kabar yang menyebut kesepakatan dengan Manchester United sudah mendekati final dipastikan tidak benar.
Spekulasi menguat setelah Setan Merah resmi memecat Ruben Amorim awal pekan ini. Xavi, yang berstatus tanpa klub sejak meninggalkan Barcelona pada Mei 2024, langsung masuk radar sebagai salah satu kandidat potensial. Status bebas kontrak dan pengalamannya menangani klub besar membuat namanya cepat dikaitkan dengan Old Trafford.
Meski demikian, pakar transfer Fabrizio Romano meluruskan situasi yang berkembang. Menurutnya, Manchester United memang sedang menyusun daftar calon pelatih, tetapi hingga saat ini belum ada pembicaraan langsung dengan Xavi. Proses pencarian masih berada di tahap awal dan belum mengerucut pada satu nama tertentu. Klaim bahwa negosiasi sudah berjalan atau hampir mencapai kesepakatan dinilai terlalu jauh dari kenyataan.
Di internal klub, kehati-hatian menjadi kata kunci. Setelah beberapa penunjukan manajer sebelumnya berujung kekecewaan, manajemen yang kini berada di bawah kendali INEOS tak ingin terburu-buru. Mereka berada dalam tekanan besar untuk membuat keputusan yang tepat, sehingga seluruh opsi akan dipertimbangkan secara menyeluruh sebelum langkah konkret diambil.
Dari sisi Xavi, situasinya berbeda. Mantan gelandang Spanyol itu dikabarkan telah mengakhiri masa istirahatnya dari dunia kepelatihan. Setelah periode yang penuh tekanan di Barcelona—meski sempat mempersembahkan gelar La Liga—Xavi memilih menepi untuk memulihkan energi dan menata ulang ambisi. Kini, pelatih berusia 45 tahun tersebut merasa siap kembali, dengan Premier League disebut sebagai liga yang paling ingin ia jajaki.
Manchester United sendiri disebut menaruh respek pada rekam jejak Xavi, khususnya saat ia mengambil alih Barcelona di tengah krisis pasca-kepergian Lionel Messi. Kemampuannya menstabilkan tim, membangun ulang identitas permainan, serta memberi ruang bagi pemain muda dinilai selaras dengan kebutuhan United saat ini. Kondisi klub yang masih mencari arah setelah era Sir Alex Ferguson dianggap memiliki kemiripan dengan situasi Barcelona kala itu.
Namun untuk saat ini, semuanya masih sebatas ketertarikan dan potensi. United akan melanjutkan proses seleksi dengan cermat, sementara Xavi menunggu peluang berikutnya muncul. Jika Setan Merah akhirnya memutuskan mencari pelatih dengan pengalaman mengelola tekanan di klub raksasa serta filosofi permainan berbasis penguasaan bola, nama Xavi bisa kembali menguat. Hingga saat itu, belum ada keputusan, hanya permainan menunggu dari dua pihak yang saling mengamati dari kejauhan.
liputan oleh Goalpedia.me
