Peluang Ole Gunnar Solskjaer kembali ke Old Trafford kembali terbuka. Laporan dari Norwegia mengungkap bahwa legenda Manchester United itu bersedia menerima pemangkasan gaji demi membantu klub dalam situasi sulit, setelah pemecatan Ruben Amorim. Man United kini memang tengah mencari manajer sementara dan telah membuka komunikasi dengan Solskjaer.
Nama Solskjaer bukan sosok asing bagi Setan Merah. Ia pertama kali dipercaya menangani tim pada akhir 2018 setelah kepergian Jose Mourinho. Awalnya hanya berstatus pelatih sementara, performa positif membuatnya diangkat sebagai manajer tetap. Secara keseluruhan, ia memimpin United hampir tiga tahun, mencatat 198 pertandingan dengan 91 kemenangan, sebelum berpisah pada November 2021.
Setelah meninggalkan Old Trafford, Solskjaer sempat melanjutkan karier di Turki bersama Besiktas. Namun masa jabatannya di sana tak berlangsung lama dan berakhir pada Agustus 2025. Kini, di usia 52 tahun, peluang untuk kembali ke klub yang membesarkan namanya kembali terbuka.
Menurut laporan media Norwegia Nettavisen, Solskjaer menjadi salah satu kandidat utama untuk mengisi posisi manajer caretaker hingga akhir musim. United disebut ingin opsi yang relatif aman dan berpengalaman, terutama setelah eksperimen bersama Amorim dinilai gagal dan menguras biaya besar. Proyek Amorim sendiri dikabarkan menelan total sekitar £27 juta, termasuk gaji dan kompensasi.
Sebagai perbandingan, ketika Solskjaer diangkat secara permanen dulu, ia menerima bayaran sekitar £7,2 juta per tahun. Kini situasinya berbeda. Disebutkan bahwa tidak ada standar gaji khusus untuk peran interim di Liga Inggris, namun Solskjaer diklaim bersedia menerima bayaran lebih rendah. Angkanya diperkirakan berada di kisaran £50.000 hingga £60.000 per pekan, dengan tambahan klausul bonus berbasis performa, seperti keberhasilan membawa tim lolos ke Liga Champions.
Jika target-target tersebut tercapai, bonus yang diterima Solskjaer bisa mencapai sekitar £4 juta. Bagi pria yang telah mencatatkan 366 penampilan dan 126 gol untuk Manchester United sebagai pemain, termasuk gol ikonik di final Liga Champions 1999, faktor finansial disebut bukan prioritas utama. Keinginannya membantu klub diyakini menjadi motivasi terbesar.
Meski demikian, Solskjaer bukan satu-satunya nama dalam daftar. Manchester United juga mempertimbangkan Michael Carrick, mantan asistennya yang kini tanpa klub setelah meninggalkan Middlesbrough. Darren Fletcher pun masuk radar, meski debutnya sebagai pelatih sementara berujung hasil imbang 2-2 melawan Burnley.
Keputusan akhir disebut baru akan diambil setelah manajemen United bertemu langsung dengan para kandidat. Klub ingin bergerak cepat karena jadwal berat sudah menanti. Setelah laga Piala FA melawan Brighton, United akan menghadapi derby panas kontra Manchester City, disusul pertandingan sulit melawan Arsenal dan Tottenham.
Dengan situasi genting dan target mengamankan tiket Liga Champions, sosok yang akan memimpin dari pinggir lapangan dalam beberapa pekan ke depan akan sangat menentukan arah musim Manchester United.
liputan oleh Goalpedia.me
