Sorotan terhadap Florian Wirtz di Liverpool dinilai masih dalam batas wajar. Menurut legenda sepak bola Jerman, Thomas Muller, tekanan yang diterima gelandang muda tersebut akan jauh lebih besar jika ia memilih Bayern Munich ketimbang hijrah ke Anfield pada musim panas lalu.
Wirtz menjadi salah satu rekrutan paling mahal dalam sejarah Liverpool setelah didatangkan dari Bayer Leverkusen dengan nilai sekitar £116 juta. Ekspektasi tinggi langsung mengiringi kepindahan sang pemain, namun adaptasinya di Premier League berjalan tidak semulus yang dibayangkan. Dalam 22 penampilan awal di semua kompetisi, Wirtz belum mampu mencetak gol.
Meski begitu, tanda-tanda kebangkitan mulai terlihat. Assist pertamanya di liga hadir saat Liverpool menaklukkan Tottenham Hotspur 2-1, di mana umpannya berhasil dimaksimalkan Alexander Isak. Sayangnya, laga tersebut juga diwarnai cedera serius Isak yang harus menepi cukup lama, sehingga fokus kembali tertuju pada proses adaptasi Wirtz di lini tengah The Reds.
Dalam wawancara dengan media Jerman Süddeutsche Zeitung, Muller menilai Wirtz sebenarnya berada di lingkungan yang relatif “aman” untuk belajar dan berkembang. Ia menegaskan bahwa tekanan media dan publik di Bayern Munich jauh lebih intens, terutama ketika performa seorang pemain tidak langsung sesuai ekspektasi.
“Di Bayern, sorotan datang setiap hari. Ketika segalanya tidak berjalan baik, tekanannya bisa sangat berat,” ujar Muller. “Di Liverpool, sebagai pemain asing, Anda tidak dibicarakan dengan cara yang sama. Itu memberi ruang untuk beradaptasi.”
Muller juga menambahkan bahwa secara teknis Wirtz mungkin akan lebih mudah menyesuaikan diri jika tetap bermain di Bundesliga. Namun, tantangan di Inggris justru menjadi proses penting dalam pembentukan mental dan fisik sang pemain.
Pelatih Liverpool, Arne Slot, turut menegaskan bahwa klub dan ruang ganti sepenuhnya mendukung Wirtz. Menurutnya, perkembangan sang gelandang tidak hanya terlihat dari sentuhan bola, tetapi juga dari peningkatan intensitas, kekuatan fisik, dan keberanian dalam duel.
Liverpool berharap laga-laga berikutnya menjadi momentum bagi Wirtz untuk menemukan performa terbaiknya, termasuk saat menghadapi Wolverhampton Wanderers di Anfield. Kesabaran dan kepercayaan menjadi kunci, baik dari klub maupun publik, agar investasi besar ini berbuah manis dalam jangka panjang,
liputan oleh Goalpedia.me
