Perjalanan karier Jadon Sancho kembali menjadi sorotan setelah pemain sayap asal Inggris itu mengunggah pesan bernada ambigu di media sosial, di tengah upayanya mencari kembali performa terbaik bersama Aston Villa. Datang sebagai pemain pinjaman dari Manchester United, Sancho membawa harapan besar untuk menghidupkan ulang karier yang meredup sejak kepindahan mahalnya ke Old Trafford pada 2021.
Namun, realita di Villa Park belum sepenuhnya berpihak. Sancho belum sekali pun menjadi starter di Premier League bersama Aston Villa. Seluruh penampilannya di liga datang dari bangku cadangan, meski ia mendapat kepercayaan lebih besar di kompetisi Eropa dengan beberapa kali tampil sejak menit awal di Liga Europa.
Karier Sancho memang penuh liku dalam beberapa musim terakhir. Setelah kesulitan bersinar di Manchester United, ia sempat kembali ke Borussia Dortmund sebagai pemain pinjaman pada 2024. Dortmund tertarik mempertahankannya, tetapi gagal mencapai kesepakatan biaya. Chelsea kemudian datang dengan status pinjaman semusim, namun memilih tidak mengaktifkan kewajiban pembelian permanen dan hanya membayar denda. Situasi tersebut membuat Sancho kembali mencari tempat yang bisa memberinya kesempatan baru, yang kemudian datang lewat Aston Villa.
Di tengah minimnya menit bermain, Sancho memilih berbicara lewat unggahan singkat namun penuh makna. Dalam salah satu unggahannya, ia menulis pesan tentang jarak, ketenangan, dan misi pribadi. Kalimat-kalimat itu memicu spekulasi tentang kondisi mental sekaligus tekadnya menghadapi paruh kedua musim.
Pelatih Aston Villa, Unai Emery, tetap menunjukkan kepercayaan. Ia menilai Sancho berada di fase karier yang membutuhkan dukungan dan kesabaran. Emery mengakui sang pemain belum mendapatkan menit bermain ideal, tetapi menegaskan keyakinannya bahwa Sancho bisa memberi kontribusi penting di sisa musim. Jadwal padat dan ambisi Villa untuk terus bersaing di papan atas membuat setiap pemain berpotensi mendapat peran, termasuk Sancho.
Situasi serupa juga dialami pemain pinjaman lain, seperti Harvey Elliott, yang kesulitan menembus rencana utama Emery. Namun berbeda dengan Elliott yang masa depannya mulai terlihat jelas, peluang Sancho masih terbuka jika mampu menjawab kepercayaan yang diberikan.
Paruh kedua musim akan menjadi penentu: apakah pesan “dalam misi” itu benar-benar menandai kebangkitan Jadon Sancho, atau sekadar refleksi dari perjalanan karier yang belum menemukan titik terang.
liputan oleh Goalpedia.me
