Cedera Bruno Fernandes Buka Jalan Kobbie Mainoo, Momentum Tak Terduga di Lini Tengah MU

Cedera Bruno Fernandes Buka Jalan Kobbie Mainoo, Momentum Tak Terduga di Lini Tengah MU

Situasi tak terencana kerap membuka peluang baru. Itulah yang kini terjadi di Manchester United, ketika cedera kapten Bruno Fernandes justru berpotensi menghadirkan momentum bagi Kobbie Mainoo untuk kembali masuk ke panggung utama.

Fernandes mengalami cedera jaringan lunak dan terpaksa meninggalkan lapangan pada babak kedua saat United tumbang 1-2 dari Aston Villa. Masalah tersebut diperkirakan membuat sang playmaker menepi selama beberapa pekan. Di sisi lain, Mainoo juga absen pada laga tersebut akibat gangguan betis. Namun, berkurangnya opsi lini tengah kini mengubah peta persaingan internal di Old Trafford.

Musim berat yang menghambat laju Mainoo

Musim ini berjalan jauh dari kata ideal bagi Mainoo. Gelandang muda Inggris itu belum sekalipun menjadi starter di Liga Primer, dengan total waktu bermain hanya 221 menit. Angka tersebut sangat kontras dengan perannya musim lalu, ketika ia tampil reguler dan dipercaya di momen-momen penting.

Minat dari klub lain sebenarnya sempat datang. Napoli disebut memantau situasinya pada musim panas lalu. Namun Mainoo memilih bertahan, yakin bisa merebut kepercayaan Ruben Amorim. Sejauh ini, sang manajer lebih sering menempatkannya sebagai opsi pelapis ketimbang pilar utama, membuat perkembangan Mainoo tertahan di tengah musim yang penuh frustrasi.

Krisis pemain paksa perubahan rencana

Cedera Fernandes memperparah situasi United yang sudah rapuh. Menurut laporan The Times, klub tak mungkin melepas gelandang mana pun pada bursa Januari karena keterbatasan pilihan. Absennya Fernandes terasa signifikan, mengingat sejak bergabung pada 2020 ia nyaris selalu tersedia dan jarang menepi akibat cedera.

Masalah Mainoo sendiri tergolong ringan, tetapi cukup membuatnya absen sekitar sepuluh hari. Ia diragukan tampil pada laga Boxing Day melawan Newcastle United. Kondisi semakin rumit dengan kepergian Noussair Mazraoui, Bryan Mbeumo, dan Amad Diallo ke Piala Afrika, yang menggerus kedalaman skuad di sektor kanan—area krusial dalam sistem Amorim.

Rencana besar di lini tengah

Di balik layar, Manchester United sudah menyusun rencana perombakan lini tengah untuk musim panas. Sejumlah nama Liga Primer masuk radar, seperti Elliot Anderson, Adam Wharton, Carlos Baleba, dan Alex Scott. Masa depan beberapa pemain inti, termasuk Fernandes, Casemiro, dan Mainoo, masih menjadi tanda tanya.

Dengan beban gaji tinggi yang ditanggung klub, potensi kepergian pemain seperti Marcus Rashford dan Jadon Sancho bisa membuka ruang finansial. Dalam tujuh tahun terakhir, United hanya mendatangkan dua gelandang tengah spesialis—Casemiro dan Manuel Ugarte—sebuah catatan yang menegaskan perlunya restrukturisasi serius.

Amorim pilih kesabaran

Meski berada di bawah tekanan, Amorim menegaskan tak akan bereaksi berlebihan pada bursa Januari. Fokus klub tetap pada pembangunan jangka panjang, bukan solusi instan.

“Satu-satunya yang kami tahu adalah kami hanya akan mendatangkan pemain yang benar-benar menjadi bagian dari masa depan klub,” ujar Amorim. “Ini bukan soal menambal kekurangan sementara. Kami ingin keputusan yang tepat untuk jangka panjang.”

Kini, hanya 17 bulan setelah menjadi starter di final Euro 2024 bersama Inggris, Mainoo berada di persimpangan karier. Cedera Fernandes bisa menjadi peluang emas—atau sekadar jeda singkat—untuk membuktikan bahwa ia masih layak menjadi bagian penting dari masa depan Manchester United.

liputan oleh Goalpedia.me